Sebagai tanggapan terhadap desakan untuk memeriksa Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) lain dalam kasus dugaan korupsi impor gula yang menyeret Tom Lembong, Direktur Penuntutan Jampidsus Kejagung Sutikno memberikan penjelasan yang menarik. Foto/SINDOnews TV
Proses Pengusutan Kasus
Sutikno, Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap kasus dugaan korupsi impor gula dimulai dari tahun 2015 hingga 2023. Dia meminta agar diberi kesempatan untuk menuntaskan pengusutan perkara tersebut dengan jelas. Sutikno menegaskan bahwa semua tindakan yang dilakukan Kejagung berdasarkan bukti-bukti yang ada.
Pemeriksaan Terhadap Menteri Lain
Kejagung berencana untuk melakukan pemeriksaan terhadap para mantan Menteri Perdagangan lainnya dalam kasus tersebut. Namun, hal ini akan dilakukan berdasarkan bukti-bukti yang terkait dengan kasus Tom Lembong. Sutikno menekankan pentingnya proses hukum yang adil dan berdasarkan fakta.
Pengembangan Kasus
Hingga saat ini, Kejagung telah memeriksa lebih dari 29 saksi terkait kasus dugaan korupsi impor gula yang melibatkan Tom Lembong. Kasus ini terus berkembang dan Kejagung akan terus memperkuat bukti-bukti yang ada. Sutikno menjelaskan bahwa semua bukti akan dipertebal untuk persidangan selanjutnya.
Masalah Kerugian Negara
Salah satu permasalahan yang dipersoalkan dalam kasus ini adalah kerugian negara. Pengacara Tom Lembong telah mempertanyakan bukti-bukti terkait hal ini. Sutikno menegaskan bahwa bukti-bukti lebih lanjut akan diungkap secara detail dalam sidang pokok perkara. Kejagung akan menambah bukti-bukti setelah praperadilan Tom Lembong ditolak.
Kesimpulan
Dengan penjelasan yang detail dan transparan dari Sutikno, masyarakat diharapkan dapat memahami proses hukum yang sedang berlangsung. Kejagung akan terus bekerja keras untuk mengungkap kebenaran dalam kasus dugaan korupsi impor gula yang melibatkan Tom Lembong dan memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.
(rca)