Sebuah foto udara menunjukkan sebuah kapal tanker minyak mentah di sebuah terminal minyak di lepas pantai pulau Waidiao di Zhoushan, provinsi Zhejiang, China pada 4 Januari 2023. FOTO/China Daily via Reuters
Pasokan Minyak Mentah Arab Saudi ke China Menurun
Pasokan minyak mentah Arab Saudi ke China mengalami penurunan pada bulan Maret dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini terjadi setelah kerajaan Arab Saudi menaikkan harga minyaknya ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.
Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di Arab Saudi, akan mengurangi kontrak pengiriman minyaknya ke China selama dua bulan berturut-turut. Perusahaan ini berencana untuk mengirimkan sekitar 41 juta barel minyak ke China pada Maret, turun dari jumlah 43,5 juta barel yang dikirim pada bulan Februari. Hal ini menandakan kelanjutan dari tren penurunan alokasi minyak Aramco ke China.
Pengurangan Asupan Minyak Mentah di Kilang Fujian
Selama periode yang sama, kilang Fujian, sebuah perusahaan patungan antara perusahaan negara China Sinopec dan Aramco, juga akan mengurangi asupan minyak mentahnya. Hal ini terjadi setelah Aramco secara signifikan menaikkan harga untuk pengiriman minyak mentah yang dijadwalkan untuk bulan Maret.
Kenaikan harga minyak mentah dari Arab Saudi ini tidak hanya berdampak pada China, namun juga terasa di wilayah Asia lainnya, termasuk India. Kenaikan harga ini juga berdampak pada pasar minyak global secara keseluruhan.
Kenaikan Harga Minyak Mentah Arab Light
Saudi Aramco telah menaikkan harga jual resmi (OSP) untuk minyak mentah andalannya, Arab Light. Harga ini dinaikkan sebesar USD2,40 menjadi USD3,90 per barel di atas rata-rata patokan Oman/Dubai. Hal ini merupakan kenaikan harga tertinggi sejak Desember 2022 dan menunjukkan perkembangan signifikan di pasar minyak global.
Rata-rata patokan Oman/Dubai digunakan sebagai harga referensi umum untuk minyak mentah di Timur Tengah. Kenaikan OSP untuk minyak mentah Arab Light mencerminkan pengetatan pasar minyak dan potensi kenaikan permintaan minyak secara global.
Dampak Kenaikan Harga Minyak
Kenaikan harga minyak dari Arab Saudi juga berdampak pada biaya bahan bakar yang lebih tinggi bagi konsumen di wilayah yang terkena dampak. Hal ini terjadi di tengah-tengah kekurangan pasokan minyak mentah dari Rusia setelah AS menjatuhkan sanksi baru pada bulan Januari.
India dan China, dua negara dengan tingkat konsumsi minyak tertinggi di dunia, menghadapi kesulitan dalam mendapatkan sumber minyak dari Rusia. Hal ini telah meningkatkan permintaan terhadap minyak mentah dari Timur Tengah, terutama dari Arab Saudi.
Peran OPEC dalam Stabilisasi Pasar Minyak
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang bertanggung jawab atas sekitar separuh suplai minyak global, diperkirakan akan mempertahankan pemangkasan produksi hingga kuartal pertama tahun ini.
Kelompok ini dijadwalkan untuk meningkatkan produksi mulai bulan April dengan mengurangi beberapa pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari. Langkah ini diambil untuk mendukung harga minyak yang telah bergejolak dalam beberapa bulan terakhir akibat berbagai faktor, termasuk pandemi global dan dampaknya terhadap permintaan minyak.
Impor Minyak Mentah China dari Arab Saudi
Arab Saudi adalah pemimpin de-facto kartel OPEC+. Impor minyak mentah China dari Arab Saudi pada tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 8,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Total impor mencapai 78,64 juta metrik ton atau 1,57 juta barel per hari, menurut data Bea Cukai China.
Dengan adanya penurunan pasokan minyak mentah dari Arab Saudi ke China, akan ada dampak yang dirasakan baik di pasar minyak regional maupun global.
Kesimpulan
Penurunan pasokan minyak mentah dari Arab Saudi ke China merupakan hasil dari kenaikan harga minyak serta faktor-faktor lain yang memengaruhi pasar minyak global. Hal ini juga menunjukkan pentingnya stabilitas pasokan minyak di wilayah Asia.
Peran Arab Saudi sebagai salah satu pemasok minyak terbesar di dunia memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi global. Dengan terus mengikuti perkembangan pasar minyak, diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif dari fluktuasi harga minyak di pasar global.
Terima kasih telah membaca artikel ini.