Nilai tukar rupiah selama sepekan perdagangan akhir Januari 2025 bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Hal ini sejalan dengan pergerakan mata uang Asia lainnya. Mengutip data Bloomberg, rupiah spot pekan ini ditutup melemah 0,82 persen ke level Rp16.305 per USD dari sebelumnya Rp16.172 per USD di awal pekan.
Pergerakan Mata Uang Asia
Di Asia, mayoritas mata uang juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Misalnya, ringgit Malaysia mengalami pelemahan terdalam yakni 1,21 persen, disusul oleh won Korea dengan pelemahan 0,57 persen, dan yen Jepang dengan pelemahan 0,28 persen. Mata uang Asia lainnya yang menguat hanya dolar Taiwan dan baht Thailand.
Pengaruh Sentimen Eksternal
Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal, dimana investor sedang mempertimbangkan kemungkinan tarif AS bersamaan dengan serangkaian perintah eksekutif dan pengumuman kebijakan. Trump telah mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan hingga 100 persen terhadap negara-negara BRICS yang melakukan dedolarisasi.
Sentimen dalam Negeri
Dari dalam negeri, sentimen yang memengaruhi nilai tukar adalah kabar tentang efisiensi anggaran sebesar Rp306,69 triliun yang dilakukan pemerintah, sebagian besar akan direlokasi untuk pendanaan program makan bergizi gratis. Namun, realokasi anggaran tersebut menuai pro kontra karena potensi dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Outlook Perdagangan Rupiah
Berdasarkan pergerakan terakhir, untuk perdagangan selanjutnya mata uang Garuda diprediksi akan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di rentang Rp16.300 hingga Rp16.360 per dolar AS.
Analisis dari Pengamat Mata Uang
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pelemahan rupiah sebagian besar dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama dalam hal kebijakan perdagangan AS yang mempengaruhi pasar global secara keseluruhan. Selain itu, faktor-faktor internal seperti realokasi anggaran pemerintah juga turut berkontribusi terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.
Kesimpulan
Dengan adanya berbagai faktor baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah, para pelaku pasar diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan terkini agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam bertransaksi mata uang.
Sumber: Sindonews